CARA MEMBUAT AIR HIJAU UNTUK KULTUR KUTU AIR

Kutu air pada dasarnya merupakan pemakan organisme dan zat renik di air. Kutu air tidak bertelur melainkan melahirkan embrio kecil calon kutu air. Umumnya teknik kultur kutu air yang bisa diterapkan terbagi menjadi 2 metode, yakni Baca juga semua pakan hewan



  • Green Water Method (Air Hijau) dan Brown Water Method (Air Coklat) yang dibagi berdasarkan warna air yang tampak, dan teknik kultur lainnya biasanya hanyalah variasi mekanis (pengaplikasian dan bahan) diantara keduanya. 

  • Green Water Method atau Algae Bloom System adalah menumbuhkan mikroorganisme alga sebagai pakan kutu air. Teknik ini membutuhkan sinar matahari sepanjang hari nan kuat karena itu tempat yang terbuka sangat disarankan.   


Brown Water Method atau Detrital System, yakni menumbuhkan mikroorganisme seperti (protozoa dan fungi) sebagai pakan kutu air. Brown water method lebih menekankan pada proses pembusukan/penguraian bahan organik.    

Bahan: 
1. Baskom plastik besar. 
Baskom berfungsi sebagai wadah pemeliharaan alga (green water). Wadah yang lebar lebih baik dibandingkan wadah yang tinggi. 

2. Bahan organik misal. ampas tahu, daun kol/selada, kentang, dlsb  Air hijau yang kita inginkan bukanlah air hijau yang didominasi oleh alga hijau-biru (blue-green algae) karena alga ini akan menghabiskan seluruh kandungan oksigen dalam air dan, tidak hanya itu, alga hijau-biru juga dikenal bersifat toksik yang dapat menyebabkan kutu air mati. Karenanya dalam membuat air hijau sebaiknya bukan menggunakan pupuk (pupuk cair ataupun pupuk NPK) melainkan menggunakan bahan organik. 

Bahan organik yang berlebih dikandung air akan mempercepat menghasilkan air hijau. Bahan yang bisa digunakan misal ampas tahu, kol/selada, kentang. 

3. Air bekas akuarium, air kolam atau air yang sudah tua (didiamkan min. 1 hari 1 malam). 
Air akuarium/kolam yang sudah matang (mature) memiliki kandungan bakteri baik di dalamnya yang akan mempercepat air menjadi hijau dikarenakan membantu proses penguraian bahan organik dimana air menjadi benar-benar subur. 

4. Aerator (optional) 
Penggunaan aerator tidak diharuskan dalam wadah pemeliharaan ini.    

Persiapan: 
1. Carilah lokasi terbuka dimana terdapat paparan sinar matahari langsung sepanjang hari dan tempatkan wadah pada posisinya.  
2. Masukkan air bekas akuarium/kolam/ PAM yang sudah diinapkan ke dalam wadah.  
3. Masukkan bahan-bahan organik yang sdh dipersiapkan ke dalamnya. Lebihkan saja jumlahnya karena air hijau dipicu oleh berlebihnya bahan organik dalam air (air menjadi sangat subur) sehingga terjadi ledakan pertumbuhan alga. Lakukan pemupukan ulang beberapa hari/minggu sekali bila air mulai berubah jernih, menandakan ledakan alga berangsur hilang karena kesuburan air berkurang. 
4. Diamkan selama beberapa hari. Berangsur-angsur air berubah hijau dan bisa langsung digunakan sebagai pakan kutu air.
   
 Langkah Pemeliharaan Kutu air: 
1. Ambillah beberapa porsi alga/air hijau yang sudah jadi dari wadah pemeliharaan alga/air hijau. 
2. Tuangkan air hijau tsb ke dalam wadah pemelihraan kutu air. Untuk 1 baskom plastik besar, 1-2 mangkuk air hijau sudah cukup untuk memberi pakan kutu air selama 1-2 hari.  
3. Dalam beberapa hari ke depan, Anda akan melihat perkembangan/pertambahan jumlah kutu air. 
4. Kutu air dapat langsung dipanen menggunakan seser untuk diberikan pada ikan peliharaan Anda. Anda dapat melakukan panen tiap hari ataupun beberapa hari sekali. Jumlah yang bisa dipanen agar koloni kutu air terus berlanjut ialah sekitar 20-30%. 
5. Lakukan pemberian alga beberapa hari sekali untuk mendapatkan panen kutu air yang konstan.